ALT_IMG

Mesin Tetas PUI-100

Dengan mengikuti tata cara penetasan telur yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas Pesona Unggas PUI-100 ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 %. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Mesin Penetas PUI-30

Mesin penetas PUI-30 adalah salah satu solusi untuk membantu meningkatkan produktivitas peternakan unggas. Dengan ukuran PUI-30 yang relatif kecil maka efektif untuk penetasan telur unggas yang berukuran besar maupun kecil seperti telur burung. Sangat tepat untuk para hobis dan untuk penelitian. Baca Selengkapnya...

Alt img

Pembibitan DOC Ayam Kampung

Usaha Penetasan Telur Ayam untuk menghasilkan anak ayam atau DOC (Day Old Chick) merupakan salah satu alternatif usaha dibidang peternakan unggas, yang merupakan bagian dari penyediaan bibit ayam. Baca Selengkapnya.....

ALT_IMG

Beternak Burung Kenari

Burung kenari (serinus Canaria) pertama kali ditemukan di kepulauan Canary oleh penjelajah perancis, Jean de Bethencourt pada tahun 1402. Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya, Jean de Bethencourt dan Henry the navigator membawa burung kenari liar ke Portugal dan Inggris. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan keturunan dari ayam hutan merah (Gallus gallus) dan ayam hutan hijau (Gallus varius). Akibat proses budidaya dan perkawinan antar keturunan secara alam, maka muncullah berbagai macam tipe ayam dengan beragam penampilan fisik dan varitas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Serama

Ayam Serama merupakan jenis ayam hasil persilangan Ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras Ayam Modern Game Bantam. Penyilangnya adalah Wee Yean Een yang berasal dari Malaysia. Ia menyilangkan kedua jenis ayam tersebut Pada tahun 1971. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Burung Puyuh

Burung Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek. Merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Cemani

“Ayam cemani merupakan ayam yang memiliki dominan warna hitam pada kuku, kulit, bulu, paruh, mata, daging, tulang, dan lidah, bahkan kadang ada juga yang berdarah hitam. Ayam ini oleh kalangan tertentu diyakini memiliki kekuatan magis“ Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Mutiara

Ayam mutiara (Guiena Fowl) merupakan unggas yang banyak diternakkan sebagai hewan hias. Ayam mutiara memiliki bentuk tubuh dan warna bulu yang menarik untuk dilihat. Bulu-bulunya dihiasi dengan bintik-bintik seperti mutiara. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Ketawa

Ayam Ketawa dikenal masyarakat karena suaranya yang unik menyerupai suara tertawa. Kokok ayam ketawa yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat pesona ayam yang satu ini menempati posisi tersendiri bagi penggemar unggas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Pelung

Ayam Pelung dikenal masyarakat karena kemerduan suaranya. Kokok ayam pelung yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat ayam ini memiliki nilai jual yang tinggi. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Bekisar

Ayam Bekisar merupakan keturunan F1 hasil perkawinan ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam Kampung betina (Gallus gallus domesticus). Bekisar dikembangkan sebagai ayam kesayangan untuk menghasilkan ayam hias yang indah bulu dan suaranya. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Itik Petelur

Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard, Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Pakan Alternatif Azolla

Azolla microphylla mengandung kadar protein tinggi antara 24-30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras. Dengan kandungan protein yang tinggi tersebut Azolla bisa dijadikan pakan alternatif untuk ternak unggas terutama ayam dan itik. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Burung Merpati

Burung Merpati yang sering menyabet gelar juara dalam berbagai kontes akan memiliki harga jual tinggi bahkan sangat fantatis. Di mana harga merpati balap yang sering menjadi jawara dapat mencapai ratusan juta rupiah. Ada peluang yang cerah dalam budidaya merpati. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Usaha Ternak Ayam Arab

Ayam Arab, memiliki keunggulan-keunggulan lain yang jarang diketahui masyarakat. Sehingga penulis mencoba untuk memberikan wawasan dan informasi yang diharapkan mampu untuk mengubah anggapan mengenai peluang usaha ayam arab. Baca Selengkapnya...

Showing posts with label Itik Pedaging. Show all posts
Showing posts with label Itik Pedaging. Show all posts
March 1, 2015

Lebih Dekat Dengan Si Mentok

0 comments
 photo bebek_mentok_zpsjzcu5wjn.jpg

Ide tulisan ini bermula saat kami dari mengantar mesin tetas PUI-100 produk Pesona Unggas ke tempat tinggal Bpk. Yanto di daerah Sepinggan Balikpapan. Di rumah pak Yanto kami temukan bebek mentok dengan jumlah yang lumayan banyak, tapi anehnya kami tidak menjumpai adanya kandang bebek. Rupanya si pemilik bebek sengaja membiarkan ternak bebeknya berkeliaran di area kebun pisang dan rerumputan di bawah perbukitan. Ada yang lain dari ternak bebek mentok milik pak Yanto ini, prinsip yang dipakai pak Yanto dalam beternak adalah “Pemeliharaan Ternak Tanpa Biaya”. Apa ya bisa? Nyatanya bisa ! Biaya yang dikeluarkan pak Yanto untuk beternak bebek mentoknya hanya untuk membeli 2 pasang induk dan 1 buah mesin tetas PUI-100. Biaya pakan 0%, sebab pak Yanto memberi pakan bebeknya dari sisa makanan penumpang pesawat yang didapat dari bandara, setiap sore Ia membawa satu karung sisa makanan berupa nasi, roti, sosis, dll. Biaya pembuatan kandang juga 0%, sebab pak Yanto tidak pernah membuat kandang, semua bebeknya bebas berkeliaran di sekitar rumahnya.

Dari kisah pak Yanto tersebut, kami kemudian membuat catatan tentang si Mentok. Jika kami amati, bebek mentok adalah salah jenis itik yang memiliki beberapa keunggulan antara lain :

  • Memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dibanding jenis itik yang lain. Tanpa kandangpun bebek mentok bisa bertahan dari cuaca sekelilingnya.
  • Potensial sebagai unggas penghasil daging dan telur. Bebek mentok bisa mencapai bobot 3 kg (betina) dan 5 kg (jantan), dengan rangsum pakan yang tidak terprogram.
  • Harga jualnya relatif tinggi yakni Rp.100.000 – 150.000 per ekor.

Dari keunggulan si Mentok ini, kami mendorong masyarakat untuk lebih memfokuskan pemeliharaan mentok ke arah usaha budidaya baik secara intensif maupun tradisional. Budidaya si mentok cocok untuk skalarumahan maupun skala besar.

Bebek mentok, atau entok (Cairina moschata) adalah sejenis burung atau unggas yang masih termasuk dalam keluarga bebek yang dipelihara dengan tujuan untuk diambil daging dan telurnya. Dalam bahasa Inggris disebut Muscovy Duck atau juga Barbary Duck. Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara yang merupakan Itik Liar (Anas moscha), seiring perjalanan waktu, mentok dipelihara dan dijinakkan oleh manusia, dan akhirnya dijadikan hewan ternak dan salah satu lahan usaha. Untuk tata cara budidaya bebek mentok tidak berbeda dengan budidaya itik pada umumnya. Bahkan budidaya bebek mentok relatif lebih mudah.
Baca Selanjutnya →
August 20, 2014

Itik Pedaging Unggul Dari Ciawi | ePMp

0 comments
i photo itik_ePMP_zpsfb4b1a3c.jpg
Itik ePMp merupakan hasil persilangan antara pejantan entok dengan betina PMp yang dilakukan di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) kabupaten Bogor Jawa Barat. Sebagai induk persilangan, itik PMp merupakan itik pedaging unggul yang lebih dulu dirilis pada tahun 2010, secara genetis dalam diri itik itu mengalir darah pejantan peking dan betina mojosari. Keunggulan betina PMp itu kemudian disilangkan dengan keandalan pejantan entok untuk menghasilkan itik unggul ePMp.

Bobot yang dicapai itik ePMp lebih besar dari itik biasa. Pada umur 8 minggu, pejantan itik ePMp mampu mencapai bobot 2,3 - 2,5 kg dengan menghasilkan karkas sebanyak 1,6 kg. Sedangkan pada umur 10 minggu mampu mencapai bobot 2,7 kg dengan menghasilkan karkas sebanyak 1,8 kg. Pertumbuhan itik baru itu optimal jika disertai dengan pemberian nutrisi pakan yang tepat. Sampai umur 3 minggu, anakan ePMp memerlukan pakan dengan kadar protein 19% dan kadar energi 2.900 kkal/kg. Komposisi itu berubah ketika itik memasuki umur 4 - 10 minggu. Kadar protein yang tinggi pada awal pertumbuhan dibutuhkan untuk pertumbuhan otot dan massa tubuh itik.

Keunggulan lain dari itik ePMp adalah tekstur daging lembut serta warna daging putih. Hal itu membuat daging itik tampak bersih, sehingga respon konsumen cukup baik.

Itik ePMp adalah persilangan dari tiga galur entok, peking, dan mojosari putih. Itik ini merupakan itik dwiguna penghasil daging dan telur dengan kadar lemak yang rendah dan protein tinggi.

Keuntungan:
  • Produktivitas tinggi
  • Pertumbuhan lebih cepat (bobot badan 3 bulan 3 kg)
  • Prosentase karkas 68%, FCR 4,5

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Jl. Veteran-III Ciawi - Bogor 16720 Jawa Barat, Telpon (0251)8240752
Baca Selanjutnya →
February 24, 2014

Itik Peking

1 comments
bebek-peking
Itik peking atau Bebek Peking (Peking Duck) adalah salah satu jenis itik pedaging unggul. Itik ini yang paling banyak dibudidayakan di dunia, terutama di tempat asalnya China. Itik ini populer sebagai hidangan berkelas sejak zaman Dinasti Ming. Hingga sekarang, produksinya menempati urutan teratas di antara jenis itik lainya. Negara China merupakan pemasok itik peking terbesar, yakni 73% kebutuhan itik dunia.

Itik peking masuk ke Inggris pada tahun 1872 atas bantuan Walter Steward. di Inggris, itik peking mampu menggeser kedudukan itik aylesbury dan rouen yang lebih dulu populer. Itik berbulu putih itu juga di introduksi ke Amerika Serikat oleh John Palmer pada tahun 1873 ke Long Island New York. Lama kelamaan ia pun terkenal dengan sebutan nama itik long island.

Itik peking memiliki badan yang lebih kompak di bandingkan dengan beberapa jenis itik lainnya. Dalam hal pembibitan, itik peking telah banyak disilangkan dengan itik lokal maupun itik jenis lain untuk mendapatkan jenis lain yang lebih unggul. Jenis itik yang sering disilangkan dengan itik peking di antaranya itik alyesbury, itik kaki Campbell, mojosari dan jenis itik lainnya. Hasil silangannya ternyata menghasilkan jenis itik yang memiliki postur tubuh yang lebih unggul, akan tetapi perlu usaha penelitian lebih lanjut untuk pengembangannya. Produksi telur itik peking betina juga tergolong tinggi, yakni dapat mencapai 110-130 butir per tahun. Jumlah produksi telur ini termasuk tinggi untuk jenis itik pedaging. Dengan rasio jantan dan betina 1 : 5 telur itik peking memiliki daya fertilitas yang tinggi. Itik peking pertama kali bertelur sekitar umur 6 bulan.

Karkas itik peking berwarna kuning dan kelihatan sangat menarik. Tekstur dagingnya juga sangat bagus. Kebanyakan menu masakan daging itik di restoran atau hotel berbintang adalah daging itik peking karena kekhasan warna, rasa, dan bentuknya.

Berikut adalah ciri -ciri itik peking jantan dan betina :
  • Kepala : agak besar dengan crown (pial) yang tinggi, bagian depan crown tersebut agak terangkat ke atas, seolah-olah terangkat dari rahang atas. Pipinya tampak penuh dan berisi
  • Leher : agak pendek dibanding leher itik domestik, tapi lenih panjang dari leher bebek menthok
  • Mata : tampak liar dan siaga, tetapi agak terlindung olah alis yang menonjol dan pipi yang berisi, warna mata kebiruan
  • Paruh : relatif pendek tetapi tebal karena kulmen yang tinggi dan membulat. Warna orange cerah dengan ujung paruh agak putih
  • Punggung : sekitar 65% lebih panjang dari lebarnya, namun demikian tampak agak pendek karena bagian ekor terangkat ke atas, serta rump (tungging) yang menebal, sedangkan bagian depan punggung rata
  • Ekor : terangkat, lebat menyebar, dan cukup panjang
  • Badan : berimbang antara panjang dan lebar, relatif kekar, berdaging dan penuh. Tanpa kesan adanya keel. Dada lebar, perut besar dan penuh, tetapi tidak terjatuh
  • Penampilan : antara 35-40° dari garis horizontal, hidup dan agile atau ringan dalam pergerakan
  • Kaki : kuat dan tidak terlalu panjang, warna merah-orange
  • Bulu : lebar dan fluffy terutama pada bagian posterior, warna putih-krem sampai krem
  • Berat standar : jantan dewasa 4,5 kg dan betina dewasa 4 kg

Untuk pemeliharaan itik peking (peking duck), lebih ideal apabila dilaksanakan dengan sistem intensif. Hal ini disebabkan itik peking (peking duck) merupakan itik ras pedaging yang mempunyai kemampuan kecepatan pertumbuhan dalam waktu yang relatif singkat, di mana dalam kondisi makanan yang baik waktu pemeliharaan kurang dari 2 (dua) bulan berat badannya sudah bisa mencapai di atas 3 kg dan sudah siap jual.
Baca Selanjutnya →
February 12, 2012

Beternak Itik Pedaging

1 comments
itik pedaging pict

1. Latar Belakang

Seperti kita ketahui bersama, bahwa perkembangan perunggasan sejak awal tahun 2004 telah banyak didera dengan berbagai cobaan yang banyak mengakibatkan terpuruknya usaha di bidang Perunggasan, baik itu peternak ayam ras, ayam buras maupun peternak itik. Dimulai dengan adanya serangan penyakit unggas yang terkenal ganas yaitu penyakit Avian Influenza atau
yang lebih populer dengan sebutan penyakit flu burung sampai dengan kenaikan harga bahan baku pakan ternak maupun pakan ternak jadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, kondisi seperti itu dirasa sangat menekan terhadap perkembangan perunggasan secara menyeluruh.

Dari pengalaman di lapangan ternyata ada komoditi lain selain ayam ras pedaging yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan daging dengan waktu cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging yaitu unggas air berupa itik pedaging. Dimana itik pedaging ini mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produksi daging kurang dari 2 bulan bisa menghasilkan berat badan sekitar 3 – 3,3 kg, sehingga sudah siap untuk dipotong. Hal ini telah dibuktikan oleh Peternak di Kapetakan Kecamatan Kroya Kabupaten Cirebon yang membudidayakan itik jenis Peking, dimana Itik Peking umur
53 hari bisa mencapai berat badan sekitar 3,25 kg.

2. Maksud dan Tujuan

Maksud dari pola pengembangan pemeliharaan itik pedaging ini tiada lain:
• Untuk mencari alternatif terobosan dalam rangka mempercepat produksi daging yang berasal dari unggas air (itik pedaging).
• Mengubah pola usaha unggas air (itik pedaging) dari yang nomaden kearah yang intensif.
• Menjadikan usaha unggas air (itik pedaging) menjadi usaha pokok masyarakat.
• Menciptakan peternak yang mandiri dan berkualitas (peternak tangguh).
• Menyediakan permintaan pasar terutama permintaan daging itik yang bekualitas.

Sedangkan tujuan dari budi daya itik pedaging ini antara lain:
• Meningkatkan produksi daging Itik yang berkualitas.
• Meningkatkan pendapatan dari para peternak Itik.
• Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat pedesaan.
• Mengurangi tingkat pengangguran.
• Memperkenalkan usaha peternakan Itik jenis Pedaging yang bisa menghasilkan daging kualitas prima dalam waktu relative singkat
• Disamping penyediaan daging, juga bisa menghasilkan bulu itik (feathers duck) sebagai bahan kerajinan seperti Shutle Cok, Jok Kursi, Kamoceng dll.

3. Sistem Pemeliharaan

Untuk menentukan suatu bentuk usaha terutama dalam usaha ternak Itik, maka yang pertama kali diperhatikan yaitu tujuan usaha, apakah tujuannya untuk menghasilkan daging konsumsi atau mau menghasilkan bibit supaya untuk langkah selanjutnya bisa ditentukan sistem pemeliharaan yang akan diambil.

Dalam usaha perunggasan terutama unggas air (itik pedaging) dikenal dengan sistem pemeliharaan yaitu:
• Sistem pemeliharaan extensif.
• Sistem pemeliharaan semi intensif.
• Sistem pemeliharaan intensif.

Sistem pemeliharaan Extensif, dimana pada sistem ini ternak-ternak dipelihara dengan cara diabur/digembalakan tanpa memperhatikan kandang maupun makanan, karena ternak-ternak tersebut dilepas di tempat-tempat yang mempunyai sumber pakan alami misalnya didaerah-daerah pesawahan yang baru panen. Pemeliharaan ini dilaksanakan oleh para peternak yang bersifat tradisional dan nomaden , kondisi ini banyak ditemukan di daerah Jawa Barat bagian utara, karena daerah pantura ini merupakan daerah pesawahan yang cukup luas sehingga menjadi potensi bagi pengembangan itik dengan sistem extensif.

Pemeliharaan dengan sistem Semi Intesif, dimana ternak-ternak yang dipelihara sudah memperhatikan kandang ternak dan diberi makan tetapi sewaktu waktu dilepas untuk mencari makan sewaktu ada peluang pada saat panen padi ataupun pada tempat-tempat yang mempunyai potensi sumber pakan yang alami.

Sedangkan pemeliharaan yang Intensif, ternak-ternak peliharaan selalu ditempatkan dikandang dan diberi makan secara terus menerus serta sudah memperhatikan aspek-aspek teknis pemeliharaan ternak secara ilmiah dan sudah menggunakan teknologi-teknologi yang dianjurkan. Untuk pemeliharaan itik pedaging jenis Peking (Peking Duck), lebih tepat apabila dilaksanakan dengan sistem Intensif, hal ini disebabkan itik peking (Peking Duck) merupakan Itik ras pedaging yang mempunyai kecepatan pertumbuhan dalam waktu yang relatif singkat, dimana dalam kurun waktu pemeliharaan kurang dari 2 (dua) bulan berat badannya sudah bisa mencapai diatas 3 kg dengan kondisi makanan yang baik dan Itik sudah siap dijual sebagai Itik Pedaging, dengan kualitas daging yang prima.

Dalam usaha budidaya itik pedaging ini dikenal beberapa tahapan pemeliharaan, terutama untuk usaha budi daya pembibitan sedangkan untuk budi daya Penggemukan (penghasil daging) hanya dikenal 1 (Satu) tahapan pemeliharaan.

4. Tahapan Pemeliharaan Pembibitan

a.Pemeliharaan Anak (Masa Starter)

Pemeliharaan anak/masa starter dimulai pada saat itik berumur 1 hari sampai umur 60 hari, dimana anak-anak itik dipelihara dalam kandang khusus yaitu untuk kandang anak dengan memakai pemanas/induk buatan dalam rangka menghangatkan tubuh dari anak Itik tersebut, hal ini disebabkan pada umur 1 –14 hari anak itik tidak tahan dengan cuaca dingin karena belum dilengkapi dengan bulu yang sempurna untuk menahan dingin, sehingga perlu adanya bantuan induk buatan sebagai penghangat tubuh, serta anak Itik diberi makan khusus yaitu pakan anak yang mempunyai kandungan protein sekitar 19 – 21 % kadar protein dan lebih dikenal dengan makanan “Starter”.

Setelah umur 14 hari anak Itik tersebut sudah mampu untuk menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu dengan induk buatan(pemanas), dikandang ini bisa dipelihara sampai umur 60 hari bagi pemeliharaan Pembibitan, selanjutnya setelah umur diatas 60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan (Grower). Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang Box, untuk kandang Box biasanya dilakukan pada umur 1 – 14 hari sedangkan dari umur 15 – 60 hari dilaksanakan pada kandang postal karena badan itik sudah mulai besar .Kapasitas kandang pada periode ini yaitu 10 – 15 ekor/m2.

b.Pemeliharaan Masa Pertumbuhan (Periode Grower)

Periode pemeliharaan itik pedaging pada masa pertumbuhan/masa Grower, perlu diperhatikan ternak yang dipelihara, karena pada masa ini yang banyak dipelihara adalah itik betina seabagai calon bibit pengganti /replecement stock atau persediaan bibit dan juga itik jantan yang berfungsi sebagai pejantan pengganti. Untuk mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit pengganti yang mempunyai kelebihan/keunggulan tertentu sebagai bibit pengganti, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 ( 1 Jantan 4 betina). Pada periode ini Itik yang dipelihara berumur antara 61 hari sampai dengan 150 hari,sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar 6 – 8 ekor/m2.

c. Pemeliharaan Itik Layer (Periode bertelur)

Itik pedaging yang sudah berumur 5 bulan atau lebih, baik jantan maupun betina dikatagorikan sebagai itik layer karena pada saat ini kondisi itik sudah bersiap-siap untuk memproduksi telur, ada yang mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan tetapi secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan. Itik-itik tersebut ditempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang itik dewasa , kandang itik ini dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan kolam/saluran air yang berfungsi untuk mandi Itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex ratio sekitar 1 : 4 ( 1 jantan 4 betina). Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yang siap untuk ditetaskan sebagai sumber DOD yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan itik pedaging. Kapasitas dikandang dewasa sekitar 3 – 5 ekor.

5. Tahap Pemeliharaan Penggemukan

Untuk pemeliharaan itik pedaging dengan tujuan penggemukan hanya dilaksanakan dalam 1 (satu) masa pemeliharaan yaitu dari Itik berumur 1 (satu) hari sampai itik tersebut siap dijual. Dengan makanan dan pemeliharaan yang baik ,berat badan itik pedaging yaitu mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan kurang lebih 55- 60 hari yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari. Pada umumnya Itik-Itik yang dipelihara untuk tujuan ini adalah itik pedaging yang jantan, tetapi yang betinapun mempunyai kemampuan yang sama dengan yang jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat. Kalau kita bandingkan antara waktu pemeliharaan dengan hasil produksi daging yang dihasilkan antara itik pedaging misalnya itik peking dengan Ayam Ras Pedaging akan lebih unggul Itik Peking, dimana untuk Itik Peking dengan waktu Pemeliharaan sekitar 53 –55 hari bisa menghasilkan daging berat hidup sekitar 3,3 kg, sedangkan untuk Ayam Ras pedaging dengan jangka waktu pemeliharaan sekitar 32- 35 hari menghasilkan daging berat hidup sekitar 1,2 – 1,5kg, sehingga apabila kita bandingkan dengan waktu yang sama maka akan diperoleh berat daging Itik Peking melebihi berat dari pada Ayam Ras Pedaging. Silahkan Coba.

6. Sistem Perkandangan

Sistem perkandangan dalam budi daya itik pedaging bisa dikenal 3 tipe kandang diantaranya :

• Tipe Kandang Battery

Dalam tipe kandang ini, ternak dikandangkan satu persatu dalam satu kotak dengan ukuran yang hanya cukup untuk 1 ekor itik pedaging dewasa, dengan ukuran kandang panjang x lebar x tinggi ( 45 x 45 x 35 Cm). Dengan tipe kandang ini biaya untuk kandang relatif lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tipe kandang yang lain. Dengan tipe kandang battery ini, maka sistem perkawinannya harus menggunakan kawin buatan (insiminasi buatan) yang dilakukan oleh tenaga manusia yang ahli dalam insiminasi buatan dengan istilah insiminator. Pada tipe kandang ini kondisi ternak maupun produksi telur dari itik bisa terkontrol secara satu persatu, apakah produktivitasnya tinggi atau rendah, begitu juga dalam pengontrolan penyakitnya akan lebih mudah terkontrol.

• Tipe Kandang Postal

Dalam usaha ternak Itik yang menggunakan tipe kandang Postal, dimana ternak-ternak peliharaan ditempatkan dalam satu ruangan besar dengan jumlah ternak tertentu, dimana pemberian makan dan minuman ditempatkan didalam ruangan kandang, sehingga ternak itik yang dipelihara selalu berada didalam ruangan, biasanya tipe ini dalam pemeliharaan itik hanya digunakan untuk itik starter dan grower / masa pertumbuhan tetapi adakalanya digunakan untuk itik periode layer. Kapasitas Itik untuk tipe kandang Postal ini tergantung dari pada jenis Itik yang dipelihara apakah jenis Itik Starter atau Itik Grower, untuk umur Itik periode sstarter kapasitas kandang yang digunakan yaitu sekitar 10 – 15 ekor/m2, sedangkan apabila digunakan untuk periode grower yaitu sekitar 6 – 8 ekor/m2, seandainya digunakan untuk periode layer kapasitas kandang sekitar 3 – 5 ekor/m2.

• Tipe Kandang Ranch

Tipe kandang ranch ini merupakan pengembangan dari tipe kandang postal, dimana dalam kandang tipe ranch ini selain ada ruangan tempat ternak juga dibagian luar/dihalaman depannya disediakan halaman tempat bermain yang biasa dikenal dengan nama kandang umbaran yang dilengkapi dengan saluran air atau kolam, yang berfungsi untuk mandi/membersihkan kotoran yang menempel di badannya serta berfungsi pula untuk mendinginkan tubuh diwaktu siang hari, hal ini disebabkan itik pedaging merupakan jenis unggas yang tidak tahan terhadap panas, sehingga harus disediakan air untuk pendingin tubuhnya. Tipe kandang ini lebih cocok untuk pemeliharaan ternak itik dengan cara pemeliharaan yang intensif.

Detail desain kandang itik silahkan lihat DISINI
Baca Selanjutnya →